KEBAHAGIAAn TIDAk SEJALAn DENGAn PENCAPAIAn banyak orang berpikir ,bahagia di ukur saat mampu berpindah, dari A ke B Misalnya ada orang miskin, dan merasa menderita dengan keadaan miskinnya, dan berusaha mencari bahagia dengan membuat dirinya kaya,dan anggapan itu tidak terbukti Misalpun dia berhasil kaya,kebahagiaan itu tidak kunjung tiba Rasanya tetap sama seperti saat dia miskin Tetap ada kesedihan,tetap ada derita,tetap ada kegalauan Ada orang jomblo, ngenes sekali dengan kejombloannya ,dan berpikir bahwa ngenesnya disebabkan karena jomblo,sehingga dia mencari pasangan dengan anggapan jika tidak jomblo lagi ,artinya dia bahagia,dan faktanya anggapan itu tidak terbukti Justru semakin menderita saat sudah berpasangan Ada orang sakit dan susah sekali,dia menganggap kesedihannya disebabkan karna penyakit Sehingga ia berjuang untuk sembuh,dengan harapan jika ia sembuh,ia akan bahagia Tetapi faktanya setelah sehat,ada saja hal lain yang bikin ia tidak bahagia Ada orang yang terlilit...